Sabtu, 26 Januari 2019

REDDIT SCARY STORY #36 : SIMPLE THRILLS



By Reddit user: Lloiu


Peramal tidak pernah salah. Jika kau memiliki uang dan keberanian yang cukup, dia bisa menunjukkan saat-saat terakhir sebelum kau meninggal. Aku tahu siapa saja orang-orang yang telah mendatanginya dan menceritakan apa yang mereka lihat sesudahnya. Aku sendiri juga sudah melihat beberapa prediksinya memang cukup akurat.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berpikir sebelum aku memutuskan untuk melihatnya sendiri. Aku ingin tahu. Seketika penglihatan yang ia perlihatkan padaku begitu menakjubkan. Saat aku menatap bola kristalnya, dunia memudar dan aku sedang berjalan menyusuri jalan di dekat rumahku, jalanan itu terlihat sangat gelap. Jangkrik berisik dalam bayang-bayang. Udara dingin datang menyengat di sekitar hidungku. Dan kemudian gelap. Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana aku akan meninggal. Peramal itu mengatakan kita tidak selalu dapat melihat kematian kita, terkadang hanya saat-saat sebelumnyalah yang dapat kita lihat. Katanya, bola kristal itu hanya menunjukkan kepada kita apa yang kita butuhkan.


Ramalan itu mulai merubah hidupku. Aku merasa menjadi sangat mudah untuk mengambil keputusan yang kelihatannya berbahaya, ketika aku tahu ternyata itu sama sekali tidak berisiko bagiku. Jalan di mana tempat aku akan mati? Yah itu bukan satu-satunya jalan untuk ke rumahku. Yang harus kulakukan hanya tinggal menghindarinya dan tidak perlu khawatir tentang hal itu. Aku bisa melakukan olahraga ekstrim seperti bungie jumping atau sky diving, atau bahkan berenang bersama dengan hiu tanpa khawatir akan bahaya. Tubuhku terlihat bugar, terlebih karena mendapat ramalan itu jadi aku tahu tidak ada hal buruk yang akan terjadi padaku. Kecemasan yang menyenangkan.


Jangan salah paham: Aku masih mencintai olahraga ekstrim dan petualangan yang berbahaya. Aku berlari dengan banteng bulan lalu. Aku sudah pernah terkena ledakan bom bunuh diri. Tapi belakangan ini aku mulai bosan. Sekali dalam sebulan, setelah matahari terbenam, aku mengenakan mantelku dan berjalan-jalan, tepat di dekat jalan itu. Ya, jalan di mana aku akan mati.


Saat aku berjalan menyusuri jalan itu, suara kicauan jangkrik menyambutku, angin dingin bertiup menerpa rambutku, aku mulai menyadari diriku telah mengalami banyak perubahan. Ketakutan mulai menghantuiku. Saat aku mendekati tempat di mana peramal itu memperlihatkan ramalannya kepadaku, aku merasa dadaku seperti sesak. Bulu kudukku berdiri, aku merinding setengah mati. Suara jangkrik seakan bagai musik yang mengalunkan detik-detik kematianku, jantungku mulai berdegup sangat kencang. Aku bergidik dan kemudian menutup mataku, menunggu, bertanya-tanya apakah ini saat aku akan mati. Aku terus berjalan, dengan mataku yang tertutup, dan mencoba untuk bersiap menahan sengatan dingin dari pisau ataupun taring dari binatang buas yang tidak kuketahui.


Ketakutan membanjiri pikiranku dan ketika aku tidak bisa menahannya lagi, aku membuka mata, tidak terpikir olehku apakah aku akan melihat ujung dari jalan ini atau wajah menyeringai dari kematian.


Dan sejak saat itu, aku merasa benar-benar hidup.

Posted by Delomy, OGCPI at 4 March 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar