By Reddit user : krshann
Suamiku telah menjadi anugerah sejak aku sakit. Dokterku
benar-benar bingung pada awalnya, tapi kami mengetahuinya. Dokter memberiku
obat setiap 6 jam. Itu seharusnya membantu mengurangi rasa sakit.
Suamiku adalah seorang perawat yang luar biasa. Pada
awalnya, aku benci membuatnya melakukannya. Penyakit itu mengubahku menjadi
orang yang berbeda, murung, temperamental, dan sangat tidak sabaran, tapi
suamiku tetap melakukannya, memberiku pil biru/hijau kecil untuk menyembuhkan
penyakitku. Tapi aku semakin memburuk. Hidungku mulai deras mengeluarkan darah.
Suamiku meninggalkan pesan pada dokter, namun tak ada jawaban. Tubuhku mulai
memar dan perutku terganggu.
Dokter mengira ini bisa diselesaikan dengan peningkatan
obat, jadi aku mulai meminumnya setiap 4 jam. Aku tersenyum kasihan pada
suamiku, berterima kasih atas kesetiaannya dan menelan pil kebiru-biruan itu.
Dia mengusap rambutku dengan lembut. Segenggam rambut keluar bersamaan dengan
itu.
Aku menangis dan menangis, tapi aku benar-benar perlu
sendirian. Aku menyuruh suamiku ke toko. Beberapa menit setelah ia pergi, aku
menyadari bahwa aku perlu mengambil obat. Dengan lemah aku turun dari tempat
tidur dan sampai ke lemari obat. Ada pil biru kecilku, tersebar berserakan di
lemari. Aku mengambil botol pil dan membuka tutupnya, jadi aku bisa
mengeluarkannya. Pilku berwarna putih.
Translated By Irsyad Alfatih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar