Rabu, 29 Maret 2017

REDDIT SCARY STORY #3 : COOK OFF



By Reddit User : megmatthews20


Oh empuknya, aku mengoleskan bumbu keatas steak itu hingga permukaannya berkilau terkena lampu panggung. Prosinya harus benar-benar tepat. Jika bumbunya terlalu banyak, rasanya takkan pas dan itu adalah hal terakhir yang aku inginkan. Aku menatap kearah para juri yang berjalan mengelilingi kami dengan papan penilaian serta terlihat mencetang kotak-kotak yang tak terlihat oleh kami. Ketika aku meletakkan dagingku kedalam oven, aku menghapus keringat dari alisku dan melirik kompetitorku yang lain.


Mrs. June tampak berantakan,terlihat panik ketika ia mengelapkan tangan ke celemeknya. Aku merasa kasihan padanya. Ia tampak tak bisa mengatasi stresnya. Keluarganya ada di kursi penonton, berusaha menyemangatinya. Salah seorang anaknya terlihat menangis.


Kemudian ada Mr. Alverson yang mengigit bibirnya cukup kuat hingga tampaknya akan berdarah . Ia tampak berkonsentrasi dengan potongan daging di hadapannya. Aku kemudian menjadi cemas dengan kenyataan dimana aku sudah menaruh steakku didalam oven, sementara yang lain masih berusaha menyempurnakannya.


Terdengar teguran para juri yang mengatakan waktu kami semakin menipis dan menyuruh semua orang untuk menaruh masakan mereka kedalam oven. Mrs. June mulai menangis dan Mr. Alverson tanpa ia sadari menyumpah dengan keras. Aku merasakan kelegaan.


Kami menanti, detik-detik dan menit terasa seperti berjam-jam. Akhirnya, masakanku matang juga. Aku mengeluarkannya dari oven dan dengan penyesuaian akhir, seperti melumurinya dengan minyak zaitun dan menambahkan daun kemangi. Dengan jantung berdegup tak karuan, aku membawa nampanku ke meja juri, lantai berderit ketika kakiku menginjaknya. Akhirnya , yang lain selesai juga.


Kami berdiri disana, berderet bertiga, semuanya menahan nafas ketika juri mulai mengiris tiap steak kami damencicipinya, sebari berbisik satu sama lain dan menandai papan penilaian mereka. Akhirnya kepala juri beridi, menghadap ke semua orang di kursi penonton.


“Keputusan telah dibuat untuk ketiga finalis. Pemenang ronde ini adalah Mr. Alverson.”


Aku hampir melompat kaget ketika Alverson berteriak dengan kegirangan.


“Dan Mr. Farrel!”


Aku menarik nafas lega.


Mrs. June menjerit. Ia mulai memohon. Salah satu anaknya berlari menembus penjagaan dan memeluknya, namun itu takkan ada gunanya. Para algojo maju ke depan, mencampakkan anak itu dan menangkap Mrs. June. Salah seorang mengorok lehernya, sementara yang lain menancapkan kait ke kakinya dan mengantungnya terbalik. Darahnya segera mengucur habis, menetes di atas plastik yang melapisi lantai. Aku menahan nafas ketika instruksi yang baru diberikan oleh para juri.


“Nah, tuan-tuan.. menu terakhir kita adalah sup ginjal.”


Aku merinding ketika melihat para algojo merobek perut wanita itu dan memotong kedua ginjalnya kemudian memberikannya kepada kami. Aku kembali ke mejaku untuk mempersipkan makanan terpenting dalam hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar