By
Reddit User : resistance1984
Aku
menatap ke lantai, sebari seorang kasir mengecek barang belanjaanku dengan
scanner di tangannya. Aku merasa lebih mudah mengatasi kecemasan yang kualami
dengan cara menghindari kontak mata dengan orang lain. Itu sebabnya aku hanya
pergi berbelanja di malam hari karena lebih sedikit orang untuk dihindari.
“Mm..hmm”
Gumanku sambil menatap ke lantai. Suaranya terdengar bagus. Terdengar nyaman.
Keingintahuanku akhirnya mengalahkanku, dan aku pun melirik ke arahnya.
Kepala
kasir itu yang utuh hanya tinggal sisi kiri, darah mengalir melalui mata dan
telinganya di sebelah kanan. Mungkin kecelakaan mobil. Aku segera menurunkan
pandanganku ke lantai dan merasakan muntah yang telah mencapai tenggorokanku.
Setelah
aku membayar, ia memberikan kembalianku dengan tangan yang remuk. Aku terkejut
tangan itu bisa menahan sesuatu di atasnya. Setelah berterima kasih kepadanya,
aku mengambil tasku dan berjalan ke arah pintu keluar.
Segera
setelahnya aku melihat seorang pria yang sedang melihat-lihat majalah yang
dipajang di depan. Kulit wajah dan tangannya seperti hot dog yang jatuh kea rah
api unggun. Sepertinya korban luka bakar.
Aku
mengubah arah jalanku ke arah lain dan melihat seorang wanita dengan memar ungu
di sekitar lehernya, matanya melotot keluar dan berwarna merah. Mati digantung.
Aku
pun bergegas keluar dari minimarket secepat yang kubisa. Di dalam mobil aku
akhirnya bisa bernafas lega sebari menyandarkan dahiku pada stir mobil. Pada
akhirnya, aku melihat keatas dan melihat pantulan yang sudah tidak asing di
kaca spion. Kepalaku terbuka di bagian belakang. Korban penembakan.
Ah,
mengapa aku pernah berharap memiliki kekuatan untuk melihat bagaimana orang
akan meninggal ?
Sc : Delomy, OGCPI at 24 March 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar